Selasa, 19 Oktober 2010

Tugas artikel tentang SD RAM

SDRAM


Synchronous Dynamic Random Access Memory (disingkat menjadi SDRAM) merupakan sebuah jenis memori komputer dinamis yang digunakan dalam PC dari tahun 1996 hingga 2003. SDRAM juga merupakan salah satu jenis dari memori komputer kategori solid-state.
SDRAM, pada awalnya berjalan pada kecepatan 66 MHz untuk dipasangkan dengan prosesor Intel Pentium Pro/Intel Pentium MMX/Intel Pentium II, dan terus ditingkatkan menjadi kecepatan 100 MHz (dipasangkan dengan Intel Pentium III/AMD Athlon), hingga mentok pada kecepatan 133 MHz (dipasangkan dengan Intel Pentium 4 dan AMD Athlon/Duron). Popularitasnya menurun saat DDR-SDRAM yang mampu mentransfer data dua kali lipat SDRAM muncul di pasaran dengan chipset yang stabil. Setelah itu, akibat produksinya yang semakin dikurangi, harganya pun melonjak tinggi, dengan permintaan pasar yang masih banyak; dengan kapasitas yang sama dengan DDR-SDRAM, harganya berbeda kira-kira Rp. 150000 hingga 250000.



-SDRAM DEFINISI -


SDRAM (synchronous DRAM) adalah nama generik untuk berbagai jenis Dynamic Random Access Memory (DRAM) yang akan disinkronkan dengan clock speed yang dioptimalkan untuk mikroprosesor. Hal ini cenderung meningkatkan jumlah instruksi bahwa prosesor dapat tampil di waktu tertentu. Kecepatan SDRAM digolongkan berdasarkan MHz bukan di nanodetik (ns). Hal ini membuat lebih mudah untuk membandingkan kecepatan bus dan kecepatan chip RAM. Anda dapat mengubah kecepatan clock RAM untuk nanodetik dengan membagi kecepatan chip menjadi 1 milyar ns (yang merupakan salah satu detik). Sebagai contoh, sebuah RAM 83 MHz akan sama sampai 12 ns


SDRAM adalah memori yang dapat mengases data atau informasi lebih cepat dari EDO-RAM. Bentuk SDRAM adalah DIMM (Dual Inline Memory Module). Slot memori pada motherboard 168pin.

SDRAM (Sychronous Dynamic RAM) adalah jenis RAM yang merupakan kelanjutan dari DRAM namun telah disnkronisasi oleh clock sistem dan memiliki kecepatan lebih tinggi daripada DRAM. Cocok untuk sistem dengan bus yang memiliki kecepatan sampai 100 MHz.


versi SDRAM :


SDRAM PC66

Pada peralihan tahun 1996 – 1997, Kingston menciptakan sebuah modul memori dimana dapat bekerja pada kecepatan (frekuensi) bus yang sama / sinkron dengan frekuensi yang bekerja pada prosessor. Itulah sebabnya mengapa Kingston menamakan memori jenis ini sebagai Synchronous Dynamic Random Access Memory (SDRAM). SDRAM ini kemudian lebih dikenal sebagai PC66 karena bekerja pada frekuensi bus 66MHz. Berbeda dengan jenis memori sebelumnya yang membutuhkan tegangan kerja yang lumayan tinggi, SDRAM hanya membutuhkan tegangan sebesar 3,3 volt dan mempunyai access time sebesar 10ns.
Dengan kemampuannya yang terbaik saat itu dan telah diproduksi secara masal, bukan hanya oleh Kingston saja, maka dengan cepat memori PC66 ini menjadi standar memori saat itu. Sistem berbasis prosessor Soket 7 seperti Intel Pentium klasik (P75 – P266MMX) maupun kompatibelnya dari AMD, WinChip, IDT, dan sebagainya dapat bekerja sangat cepat dengan menggunakan memori PC66 ini. Bahkan Intel Celeron II generasi awal pun masih menggunakan sistem memori SDRAM PC66.


SDRAM PC100

Selang kurun waktu setahun setelah PC66 diproduksi dan digunakan secara masal, Intel membuat standar baru jenis memori yang merupakan pengembangan dari memori PC66. Standar baru ini diciptakan oleh Intel untuk mengimbangi sistem chipset i440BX dengan sistem Slot 1 yang juga diciptakan Intel. Chipset ini didesain untuk dapat bekerja pada frekuensi bus sebesar 100MHz. Chipset ini sekaligus dikembangkan oleh Intel untuk dipasangkan dengan prosessor terbaru Intel Pentium II yang bekerja pada bus 100MHz. Karena bus sistem bekerja pada frekuensi 100MHz sementara Intel tetap menginginkan untuk menggunakan sistem memori SDRAM, maka dikembangkanlah memori SDRAM yang dapat bekerja pada frekuensi bus 100MHz. Seperti pendahulunya PC66, memori SDRAM ini kemudian dikenal dengan sebutan PC100.
Dengan menggunakan tegangan kerja sebesar 3,3 volt, memori PC100 mempunyai access time sebesar 8ns, lebih singkat dari PC66. Selain itu memori PC100 mampu mengalirkan data sebesar 800MB per detiknya.
Hampir sama dengan pendahulunya, memori PC100 telah membawa perubahan dalam sistem komputer. Tidak hanya prosessor berbasis Slot 1 saja yang menggunakan memori PC100, sistem berbasis Soket 7 pun diperbarui untuk dapat menggunakan memori PC100. Maka muncullah apa yang disebut dengan sistem Super Soket 7. Contoh prosessor yang menggunakan soket Super7 adalah AMD K6-2, Intel Pentium II generasi akhir, dan Intel Pentium II generasi awal dan Intel Celeron II generasi awal.


SDRAM PC133

Selain dikembangkannya memori RDRAM PC800 pada tahun 1999, memori SDRAM belumlah ditinggalkan begitu saja, bahkan oleh Viking, malah semakin ditingkatkan kemampuannya. Sesuai dengan namanya, memori SDRAM PC133 ini bekerja pada bus berfrekuensi 133MHz dengan access time sebesar 7,5ns dan mampu mengalirkan data sebesar 1,06GB per detiknya. Walaupun PC133 dikembangkan untuk bekerja pada frekuensi bus 133MHz, namun memori ini juga mampu berjalan pada frekuensi bus 100MHz walaupun tidak sebaik kemampuan yang dimiliki oleh PC100 pada frekuensi tersebut.


SDRAM PC150

Perkembangan memori SDRAM semakin menjadi – jadi setelah Mushkin, pada tahun 2000 berhasil mengembangkan chip memori yang mampu bekerja pada frekuensi bus 150MHz, walaupun sebenarnya belum ada standar resmi mengenai frekunsi bus sistem atau chipset sebesar ini. Masih dengan tegangan kerja sebesar 3,3 volt, memori PC150 mempunyai access time sebesar 7ns dan mampu mengalirkan data sebesar 1,28GB per detiknya.
Memori ini sengaja diciptakan untuk keperluan overclocker, namun pengguna aplikasi game dan grafis 3 dimensi, desktop publishing, serta komputer server dapat mengambil keuntungan dengan adanya memori PC150.

Senin, 11 Oktober 2010

konflik antar bisnis dalam perusahaan

Konflik antara pemasaran dan keuangan
Para pelaku pemasaran sedang mengalami sebuah tekanan untuk menunjukkan akuntabilitas hasil kegiatan komunikasi pemasaran terhadap kontribusinya kepada perusahaan.
Selama ini, efektivitas kegiatan komunikasi pemasaran ditinjau dari sisi media (misalnya GRP, CPM, dll) dan sikap konsumen terhadap kegiatan komunikasi pemasaran (awareness, asosiasi, image, dll). Pengukuran tersebut telah mendapatkan tantangan terutama bila dikaitkan dengan peningkatan penjualan perusahaan.
Secara perlahan-lahan, pengukuran kegiatan komunikasi pemasaran melalui cara pengukuran keuangan mulai dikenalkan. Pengukuran baru ini telah memikat bagian keuangan atau auditor karena meningkatkan kemudahan pengambilan keputusan dengan menciptakan pembanding yang lebih akurat antara investasi tangible dan intangible.
Selama ini, mereka (bagian keuangan) sangat sulit mengukur efektivitas kegiatan komunikasi pemasaran dibandingkan dengan jika mereka mengukur efektivitas pembelian satu unit mesin produksi.
Mereka ingin tahu seberapa banyak peningkatan pendapatan jika berinvestasi satu rupiah di komunikasi pemasaran. Mereka mulai membuat ukuran keberhasilan kegiatan komunikasi pemasaran berdasarkan ROI (return on investment) Marketing.
Bagian keuangan memiliki alasan kuat untuk menjadikan pengeluaran kegiatan pemasaran sebagai investasi, antara lain:
• Meningkatkan kemudahan pengambilan keputusan dengan menerapkan pembanding yang lebih akurat antara investasi fisik dan pemasaran.
• Dengan menyertakan pelanggan dan tingkat pendapatannya sebagai aset dalam pembukuan perusahaan akan memberikan rasio risiko (debt to equity) dan rasio kinerja (ROI) lebih akurat.
• Pemasaran sebagai sebuah modal investasi akan lebih terkendali dan tepercaya dalam memberikan tingkat pengembalian dalam bentuk aliran kas.
• Cara arbitrary (20% dari penjualan untuk kegiatan pemasaran) kurang memberikan gambaran yang jelas tentang kontribusi kegiatan komunikasi pemasaran terhadap perusahaan.
Tentu pandangan di atas akan mengubah cara berkomunikasi selama ini. Seperti 'seberapa banyak uang yang kita belanjakan untuk iklan?' berubah jadi 'seberapa banyak seharusnya kita berinvestasi untuk seluruh kegiatan pemasaran?' 'pendekatan kreatif mana yang paling efektif' menjadi 'bentuk pengembalian seperti apa yang kita dapatkan dari pendekatan kreatif tersebut?', 'bagaimana kita mengalokasikan antara sales promotion dan PR?' menjadi 'siapa pelanggan yang pantas untuk investasi kita dan tingkat pengembalian yang optimal antara akuisisi dan retensi'.
Pandangan ini tentu menimbulkan pertentangan antara kedua belah pihak. Para pemasar merasa ide perhitungan tersebut sangat konyol karena objektif dari kegiatan komunikasi pemasaran bukanlah penjualan.
Mereka mengklaim bahwa keberhasilan komunikasi pemasaran terletak pada seberapa banyak orang tahu dan beranggapan positif terhadap produk, merek, atau perusahaan. Sehingga untuk mengapitalisasikan sangat sulit.
Ditambah lagi, keputusan beli seseorang tidak hanya ditentukan oleh kegiatan komunikasi pemasaran tetapi juga dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak bisa dikendalikan oleh pemasar misalnya pemasaran dari mulut ke mulut (word of mouth), kompetisi, dan relativitas harga.
Perbedaan pandangan yang tajam memang perlu disikapi secara bijak, mengingat kedua belah pihak memiliki alasan yang kuat. Kesulitan penerapan ukuran keuangan dalam kegiatan pemasaran tidak selamanya belum bisa diterapkan. IBM telah mengembangkan sebuah alat ukur yang dinamakan CELM (customer equity lifetime management solution).
Cara ini sangat membantu dalam penyusunan anggaran pemasaran. Sehingga IBM memiliki kemampuan untuk mengidentifikasi jenis kontak dengan pelanggan dan jenis program loyalitas yang tepat.
Namun, pendekatan yang bijak juga telah dilakukan oleh Ford. Ford menggunakan istilah ROMO (return on marketing objective) untuk mengukur efektivitas iklan. Cara ini menggunakan pendekatan perilaku pelanggan.
Hasilnya adalah setiap kenaikan satu poin perubahan setara dengan US$100 juta keuntungan per tahun. Berbeda dengan negara Swedia yang menggunakan ukuran kepuasan pelanggan. Di Swedia tiap poin kenaikan kepuasan setara dengan US$7,48 juta.
Frontier Consulting Group pernah melakukan pengukuran tingkat pengembalian investasi iklan TVC dengan konsep ROMO pada sebuah Bank besar di Indonesia. Hasil pengukuran didapatkan bahwa ada perbedaan yang signifikan ketika kita melakukan pengukuran efektivitas iklan berdasarkan objektifnya.
Dalam pengukuran tersebut objektif dibedakan dalam dua hal, iklan sebagai pembentuk citra perusahaan dan iklan sebagai pendorong pembelian. Berdasarkan kedua objektif ini terdapat perbedaan signifikan terhadap nilai return on marketing objective.
Dalam pengukuran return on marketing objective. mengombinasikan tiga data, yaitu data perilaku konsumen, data pengeluaran media, dan data post buy analysis.

Cara penyelesaiannya perlu adanya sebuah diskusi bersama antara bagian pemasaran dan keuangan tentang apa yang menjadi komponen perhitungan dan bagaimana cara menilai kesuksesan sebuah kampanye

Senin, 04 Oktober 2010

Struktur Organisasi Karang Taruna




CONTOH STRUKTUR ORGANISASI
Berikut ini adalah contoh dari struktur organisisi pada KARANG TARUNA RT004 RW 015



Organisasi karang taruna ini termasuk ke dalam organisasi informal, yang dimana organisasi tersebut dipimpin oleh ketua karang tarunanya itu sendiri yang berperan untuk memimpin jalan nya organisasi tersebut dan bertanggung jawab atas dasar semua yang dilakukan.
Selain itu di sini juga terdapat wakil ketua karang taruna yang berperan membantu ketua dalam segala hal, jika ketua sedang tidak bisa melalukukan pekerjaan nya, tugas dari wakil ini adalah untuk membantu ketua tersebut.
Adapun jabatan lain nya yaitu, seketaris dan bendahara. dimana mereka mempunyai peran yang berbeda-beda. yang pertama bendahara mempunyai tugas untuk mengumpulkan dana dan menyimpan dana yang telah di kumpulkan jika ada suatu acara, maupun uang kas. tugas bendahara juga termasuk berat karena tanggung jawab nya sangat besar.
lalu kalau seketaris berperan untuk membuat undangan-undangan dan surat- surat mengenai kegiatan karang taruna tersebut.
Satu lagi yaitu anggota, anggota juga sangat berperan dalam organisasi tersebut, karena setiap organisasi harus memiliki anggota, anggota juga mempunyai tugas untuk membantu jalan nya suatu kegiatan yang akan di lakukan misalkan pada saat 17 agustusan dan acara-acara lain nya.

Demikian adalah contoh struktur oraganisasi KARANG TARUNA pada RT004 RW 015